Advertisement 300 X 250


Breaking News

Beauty Of Bontang

Bontang Sekitarnya

Bontang in Memories

ScreenShoot

Showing posts with label Bontang in Memories. Show all posts
Showing posts with label Bontang in Memories. Show all posts

Tuesday, July 17, 2012

Indahnya Pulau Beras Basah Bontang


Kemana rencana anda liburan di weekend kali ini? Kalo  masih bingung, ada pilihan tempat liburan yang sangat menarik yang akan saya tawarkan. Pulau Beras Basah di Kota Bontang menjadi salah satu objek wisata yang wajib anda kunjungi. Awalnya saya juga tidak menyangka ada pulau kecil di Kota Bontang seindah pulau beras basah. Kenapa dinamakan beras basah? Informasi yang saya dapatkan karena dulunya ada kapal besar yang membawa beras dari Sulawesi. Dalam perjalanannya, kapal ini diterjang ombak besar. Khawatir tenggelam, muatan pun diturunkan di pulau ini. Beras pun menjadi basah oleh siraman ombak, sehingga sejak itu disebut Pulau Beras Basah. Pulau dengan pantai pasir putih ini merupakan tempat rekreasi yang menarik sambil menikmati keindahan panorama laut selat Makassar. Akses untuk mengunjungi Pulau Beras ini dapat melalui Dermaga PT Badak, PT PKT atau dermaga Tanjung Limau, Pelabuhan Tanjung Laut,  Pelabuhan Loktuan dan Bontang Kuala dengan mengunakan speed boat atau kapal motor. Jarak yang ditempuh kurang lebih 7 km dari Kota Bontang atau sekitar setengah jam perjalanan.  Selama perjalanan, saya menikmati pemandangan air laut yang sangat jernih, saya bisa melihat biru nya air laut dan hijau nya tumbuhan laut di dasar nya.  Dari kejauhan akan tampak pulau kecil yang akan kita datangi  dengan sensasi seperti mendatangi pulau pribadi. Sungguh menakjubkan pesona pulau ini .


Sesampai di pulau ini terdapat dermaga untuk tempat bersandar speed boat dan perahu motor penumpang kemudian kita dapat melewati jembatan yang terbuat dari kayu ulin hingga sampai ke tepi pantai pulau ini.


Pantainya yang berpasir putih lembut sangat memesona dengan air laut yang sebening Kristal. Pulau ini mempunyai daya tarik sendiri dengan keheningan alami yang menakjubkan. Garis pantainya yang melengkung membingkai air laut yang berwarna biru kehijauan. Bentangan pasirnya yang berwarna putih kecokelatan seperti merica. Lapisan pasir yang kelembutannya seperti sebuah bentangan karpet tebal yang empuk sehingga  kaki terasa tenggelam dalam pasir dan telapak kakimu seperti dipijat digelitiki oleh butiran halusnya.


Pulau ini sangat cocok bagi anda ingin berlibur bersama keluarga, teman teman ataupun bagi anda yang ingin menikmati suasana ketenangan. Panorama pohon kelapa yang tidak terlalu tinggi membuat keunikan tersendiri di pulau ini. Selain pulau ini sangat bersih dan asri terdapat juga keunikan lain dari Pantai Beras Basah ini, yaitu menara mercusuar yang berwarna putih yang terletak di tepi pantai yang memberikan ciri khas pesona pulau ini.


Tentu saja anda akan terkagum melihat keindahan pulau ini karena pulaunya sangat bersih sehingga cocok sekali bagi anda yang menyukai suasan pantai yang bersih dan tenang. Anda dapat berenang, memancing ataupun menikmati keindahan bawah laut dengan snorkeling, menyelam  dan diving. Tentu saja pantai ini memberikan keindahan dan kesan tersendiri. Jadi apabila anda ingin menikmati liburan yang menyenangkan dan serasa mempunyai pulau sendiri karena ketenangannya, Pulau Beras Basah adalah pilihan yang tepat untuk dikunjungi.



sumber: http://ronysyarief.blogspot.com/
Read more ...

Jalan Jalan Ke Pulau Yang Terletak di Pesisir Kota Bontang

Mungkin banyak orang yang kurang tau mengenai pulau ini, pulau yang terletak di pesisir Kota Bontang..Kota kecil dengan pesona alamnya yang masih terjaga di tengah-tengah perkembangan dan pembangunan kota yang semakin maju dan modern..Tapi tenang saja, saya tidak akan membahas kota kelahiran saya ini..(uyeee-uyeee)

Namanya Pulau Beras Basah, si cantik yang memiliki pesona luar biasa sebagai salah satu pulau terbaik di Kalimantan Timur ini memang terkenal akan pasir pantainya yang putih bersih seperti kristal serta kejernihan air lautnya yang memantulkan sejuta keindahan didalamnya..

Hari itu 27/09/2008, begitu tenang seolah angin berhembus dengan malu-malu seperti wanita yang sedang dilamar oleh kekasihnya, begitu sejuk dan damai..Saat itu saya dan beberapa sahabat saya (bedi, irul, rizki, nova, birthy, detha, zery, lendi, agung, jane, dan inun) serta rombongan adik-adik kelas kami yang memang satu sekolahan sedang siap-siap menuju Pulau Beras Basah, secuil pesona di pesisir Kota Bontang..

Kami semua memang sedang beruntung saat itu,,pasalnya proposal pengajuan bantuan transportasi seperti bus dan kapal boat untuk menuju kesana tembus dengan mudah berkat sahabat saya "rizki"..because his father bekerja di Bagian Humas PT. Pupuk Kaltim, sehingga kami semua dengan cuma-cuma berangkat kesana (alias gratis kayak hadiah obat kumur yang pernah saya dapatkan di indomaret dekat kost saya di Semarang)..

Ya, di antara kami semua memang dia yang sering banget dimintain bantuan soal tembus menembus proposal..bahkan saat masih sekolahpun setiap mau pinjam gedung dan sebagainya kami memang harus berhadapan dengan bapaknya "The Emperor"..(hhe..guyonan waktu sekolah dulu)

Oiya, sebelum lanjut saya cuma mau menjelaskan (bagi yang belum tau) bahwa PT. Pupuk Kaltim dan Pemkot alias Pemerintah Kota Bontang memiliki daerah otoritas sendiri-sendiri walaupun Pemkot tetap berhak mengawasi semua daerah Kota Bontang..Ya seperti Jogjalah..
Terus daripada kita ngomongin soal bapak-bapak, mendingan saya lanjut lagi..hhe..

Lalu setelah sampai di dermaga yang memang khusus, kami semua langsung mengenakan pelampung dan naik ke boat yang sudah di sediakan bagian shiping dan perjalanan menuju Pulau Beras Basah pun dimulai..
Sungguh mengagumkan, selama di atas boat kami semua langsung disuguhi oleh hamparan air laut luas yang seolah-olah bermain-main di pinggiran boat kami..
Setelah sekitar 30 menitan kami semua masih disambut lagi oleh mercu suar (sudah agak rusak) yang menjulang dari kejauhan..

Saat sampai di dermaga pulau kami pun langsung bergegas berlari menuju pantai yang dari kejauhan bersinar karena pantulan sinar matahari..Tidak terbayangkan perasaan saat itu (maklum,,selama di Bontang saya memang tidak pernah kesana..hhe)..Beberapa dari kami pun tak sungkan-sungkan untuk menceburkan diri dan berbasah-basah enak ria bersama teriknya panas matahari serta birunya langit pada saat itu..Sungguh pemandangan angkasa yang indah..
Saya dan sahabat saya yang lainpun segera berganti pakaian dan berjalan berkeliling pulau yang tidak sampai 10 menit karena Pulau Beras Basah ini memang sangat kecil..Setelah asik berjalan, kamipun langsung maen bola dipantai..maunya sih snorkling kayak di tipi tipi, tapi sayang nggak punya alatnya..hhe..

Beberapa sahabat saya malah menemukan Patrick Star yang aneh dan berukuran kecil..Dan sangat disayangkan saat itu saya tidak bisa menikmati keindahan lautnya dari dalam, karena menurut cerita Pulau Beras Basah memiliki keindahan bawah laut yang tidak kalah dengan tempat-tempat lain..(ya sudahlah..)

Lalu setelah bermain dan makan perbekalan yang kami bawa sendiri karena disana memang tidak ada yang menjual makanan, kami semua bergegas untuk balik ke kota..Saya dan beberapa teman saya pun langsung mencari tempat untuk berganti pakaian di salah satu rumah penduduk disana yang mungkin bisa di hitung dengan sebelah tangan..

Setibanya di kota kamipun langsung beristirahat di hotel masing-masing..(hhe..). Dan dalam perjalanan pulang saya pun berharap agar pesona Pulau Beras Basah tidak rusak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab..(makanya buang sampah pada tempanya)

Rute bagi luar kota :
Bagi yang luar Kalimantan bisa menggunakan Kapal atau Pesawat tujuan Balikpapan. Dari Balikpapan menuju Bontang bisa memilih jalur bus dengan lama perjalanan sekitar 5 jam. Tarif bis AC, hanya Rp 85 ribu, salah satu nya adalah PO Samarinda Lestari. Jika dari Samarinda, perjalanan hanya sekitar 2 jam saja. Dengan biaya bus hanya sebesar Rp 20 ribu. Tiba di Bontang, anda bisa menyewa kapal di sekitar Bontang Kuala dan Tanjung Laut. Tarif sewa kapal bervariasi, antara Rp 300 hingga 400 ribu. Bisa menampung 10 penumpang sekaligus atau klo mau gratis harus punya kenalan orang dalam..hhe..

Di Pulau Beras Basah tak ditemui penginapan dan warung makan, maka sebaiknya anda tidak menginap dan bawalah perbekalan berupa makanan dan jangan lupa alat renang. Solusinya anda bisa menginap di Kota Bontang atau rumah saya mungkin..hhe..

sumber: http://upikkabu-adventure.blogspot.com/
Read more ...

Monday, September 26, 2011

Catatan Perjalanan di Pulau Beras Basah Bontang Kaltim

Bagi anda penggemar adventure, wisata petualangan menyusuri Bumi Etam, Kalimantan Timur. Ada baiknya anda menyimak, menelusuri dan melepaskan hobby journey anda di Pulau Beras Basah. Nama yang sangat asing di telinga orang yang belum pernah masuk di pulau kalimantan, terutama kalimantan timur.

Catatan berikut ini mungkin bisa anda jadikan guide untuk melepaskan hobby petualangan anda di Pulau Beras Basah. Catatan dari seorang adventurer dari kota seribu sungai Banjarmasin, Nasrudin Anshori, lihat profilennya disini.


Pulau Beras Basah terletak sekitar 40 menit perjalanan laut. Dengan menyewa kapal nelayan, saya mantabkan niat untuk menikmati pesona bahari yang ditawarkan pulau yang memiliki pantai pasir putih itu. Kapal bertolak dari sebuah dermaga kayu di kawasan Bontang Kuala, Bontang. Sekitar pukul 10 pagi saya awali perjalanan dengan beberapa orang teman sekaligus. Ada Gunadi, Mas Rully, Amsi, Deny, serta beberapa fotograper Bontang yang baru saya kenal.

Meski kapal agak sesak oleh penumpang, tapi kami tetap bernyali untuk menyeberangi lautan. Langit sangat cerah. Awan putih berarak di sekitarnya. Menambah semangat saya untuk segera tiba di Pulau Beras Basah. Terakhir ke pantai sekitar bulan maret lalu, tepat nya di Pulau Samalona Makassar, Sulsel. Sedikit rasa rindu untuk mencicipi kembali pesona pantai, membawa saya ke Pulau Beras Basah.


Selama perjalanan, saya menemui air laut yang sangat jernih. Cukup dari atas kapal, saya bisa melihat hijau nya tumbuhan laut di dasar nya. Bahkan sesekali ikan kecil terlihat samar-samar di bawah sana. Sementara, pulau-pulau tak berpenghuni juga ramai terlihat. Pulau-pulau kecil itu hanya dipenuhi pohon bakau yang rimbun. Tak hanya itu, saya juga menemui perkampungan di atas air laut. Sekumpulan rumah itu sama sekali tak terhubung dengan daratan. Satu-satunya cara agar warga nya terhubung dengan daratan adalah dengan menggunakan kapal. Benar-benar kampung yang unik.

Tak terasa sebuah mercusuar menjulang tinggi menyambut kedatangan saya. Pantai berpasir putih pun terlihat jelas. Tak sabar rasanya untuk segera menginjakan kaki di atas nya. Kapal terus merapat ke sebuah dermaga kayu di sekitar pulau. Disana sudah ada beberapa kapal tambat. Tampaknya pulau kecil ini sudah ramai dikunjungi oleh wisatawan.


Saya dan rombongan segera menaiki dermaga. Dengan membawa perbekalan berupa tas, makanan dan sebagainya, kami segera menuju sebuah pondokan sederhana di tengah-tengah pulau. Bangunan dari kayu tersebut, cukup luas untuk sekedar menaruh barang bawaan dan sebagai tempat untuk istirahat. Pohon-pohon rimbun di sekitarnya terlihat kokoh meski lokasi nya berada di atas pulau berpasir.


Saya segera melaju ke tepian pulau. Mencari objek yang cocok untuk menyalurkan hobi fotograpi. Tak hanya itu, saya juga menyukai suasana pantai dan laut lepas. Maka tak salah jika Pulau Beras Basah menjadi magnet utama saya ke kota Bontang. Saya juga sempat mendekati ke satu-satu nya bangunan menjulang di pulau ini. Mercusuar kokoh yang tegak berdiri di atas pulau. Sekilas mirip Pulau Lengkuas Belitung. Tapi bedanya, pulau ini tak memiliki batu-batu besar seperti yang ada di Pulau Lengkuas.

 

Tak menyia-nyiakan kesempatan, saya segera menceburkan kaki di tepian laut nya yang sangat jernih. Meski tidak mandi di air nya, namun saya tetap menikmati sejuknya air laut di sekitar pulau. Tumbuhan laut sesekali tak sengaja saya injak. Bintang laut berukuran seperti telapak tangan juga berhasil saya temui. Warnanya sangat indah, campuran antara coklat dan merah muda. Mengingatkan saya pada salah satu tokok kartun di serial Sponge Bob. Di sudut lain saya menemui beberapa anak kecil. Mereka sepertinya sangat menikmati pesona pulau ini.


Semakin siang semakin berkurang jumlah wisatawan. Sehingga menambah damai pulau ini. Matahari semakin condong ke barat. Rasanya sudah saat nya untuk meninggalkan pulau kecil berpasir putih dan berair jernih ini. Karena katanya, semakin sore ombak di lautan yang akan kami lewati semakin ganas.


Dengan berat hati saya langkahkan kaki menuju kapal. Sebelum benar-benar berangkat saya menemui dua buah kapal layar kecil di sekitar pulau. Kapalnya cantik dan mewah. Sementara di sudut lain ada sebuah kapal kecil milik nelayan. Perbedaan yang mencolok.

Rute :
Pesawat dari berbagai kota dengan tujuan Balikpapan sangat ramai. Dari Balikpapan menuju Bontang bisa memilih jalur bis dengan lama perjalanan sekitar 5 jam. Tarif bis AC, hanya Rp 85 ribu. Salah satu nya adalah PO Samarinda Lestari. Jika dari Samarinda, perjalanan hanya sekitar 2 jam saja. Dengan biaya bis hanya sebesar Rp 20 ribu. Tiba di Bontang, anda bisa menyewa kapal di sekitar Bontang Kuala dan Tanjung Laut. Tarif sewa kapal bervariasi, antara Rp 300 hingga 400 ribu. Bisa menampung 10 penumpang sekaligus. Di Pulau Beras Basah tak ditemui penginapan dan warung makan, maka sebaiknya anda tidak menginap dan membawa perbekalan berupa makanan. Solusi nya anda bisa menginap di kota Bontang.
Read more ...

Saturday, April 2, 2011

Catatan Perjalanan Ke Bontang Kaltim

Mendengar nama Bontang, sebagian besar dari kita akan langsung mengingat dua buah pabrik besar yang beroperasi disana. Yakni Pupuk Kaltim dan Badak LNG, dua buah pabrik raksasa yang sedikit banyak telah menjadikan Bontang seperti saat ini. Pengaruh paling nyata adalah banyaknya pendatang dari luar Kalimantan yang menjadikan Bontang sebagai tempat mencari nafkah. Tidak hanya bekerja di dua pabrik tersebut, tapi banyak sektor lain yang menjanjikan yang bisa diraih di Kota Taman itu. Padahal masih ada alasan lain untuk mengunjungi Bontang, selain sebagai tempat untuk mencari nafkah.

Saya mantabkan niat mengunjungi kota yang berjarak sekitar 3 jam dari Samarinda itu dengan menaiki bis umum. Bis berangkat dari Terminal Lempake dengan biaya sekitar Rp 20 ribu saja. Bis merayap membelah sebagian sudut-sudut Samarinda yang tampak sangat sibuk. Kiri kanan jalan terlihat begitu banyak pembangunan gedung baru, baik hotel, pertokoan hingga ruko-ruko berbagai bentuk. Kontur geografis Samarinda yang berbukit-bukit mengingatkan saya pada kota Semarang. Tapi bedanya adalah Samarinda dibelah oleh Sungai Mahakam yang sangat tersohor itu. Sehingga tak heran jika di sekitar pusat kota berseliweran kapal-kapal besar merayap di atas sungai yang terkenal akan ikan pesut nya itu.

Memasuki tepian kota, jalan masih-masih meliuk-liuk terkadang konturnya turun naik. Jalan beraspal terlihat mulus, lalu lintas tak lagi ramai. Kiri kanan jalan saya menyaksikan hamparan perbukitan gundul yang merupakan sisa-sisa penebangan hutan. Saya jadi teringat ucapan seorang kawan di Banjarmasin, yang menyatakan bahwa era penebangan hutan mungkin telah berlalu, saatnya bumi dikoyak untuk mendapatkan batubara. Miris memang bila menyadari hal itu. Pulau Kalimantan memang sangat kaya soal sumber daya alam. Tak hanya hutan dan batubara, pendulangan intan bernilai tinggi juga ada di pulau nya suku Dayak ini. Biji besi dan gas metana katanya mulai akan digarap di Kalsel. Tak salah memang jika semua itu di eksplorasi, namun alangkah baiknya tetap peduli pada kelestarian alam.

Tak terasa bis non AC yang saya tumpangi telah memasuki kota Bontang. Sebuah gerbang besar menyambut kedatangan saya. Kesan pertama saya sesaat setelah memasuki Bontang adalah kota kecil yang sangat bersih dan asri. Tak ada kata semrawut untuk menggambarkan kota tepian laut ini. Rumah-rumah penduduk, perkantoran dan pertokoan berpadu apik dengan ramai nya pepohonan hijau. Sementara di sudut-sudut lain, saya banyak menemui taman kecil. Mungkin inilah alasan kenapa Bontang berjuluk sebagai Kota Taman.

Ada beberapa objek wisata yang akan saya kunjungi selama berada di Bontang. Diantaranya adalah Pulau Beras Basah, Bontang Kuala, wisata kuliner dan lain sebagainya. Kunjungan pertama saya adalah Bontang Kuala. Sebuah perkampungan diatas air yang menjadi salah stau ikon pariwisata Bontang.

Layaknya sebuah kota, perkampungan yang berada di tepi laut lepas ini juga memiliki banyak fasilitas. Tak heran jika saya menemui masjid, toko, café lengkap dengan karaoke bahkan panggung hiburan pun ada disana. Rumah-rumah yang terbuat dari kayu tampak rapi berjejer di air laut. Jalan penghubung antar rumah adalah berupa jembatan yang juga terbuat dari kayu. Saya kadang berpapasan dengan warga yang tengah asik bersepeda motor disini.
Saya langkahkan kaki menuju tepi perkampungan yang langsung bersebelahan dengan laut lepas. Disana ada semacam alun-alun berukuran seperti lapangan futsal. Kiri kanannya banyak sekali pedagang minuman dan makanan bergedung sederhana. Umumnya minuman yang dijual adalah aneka jus buah dan makanan semacam nasi goreng.

Jauh-jauh berkunjung ke Bontang rasanya tidak masuk akal jika saya hanya menyantap jus dan nasi goreng. Maka pilihan saya jatuh pada Sokko, makanan yang kata penduduk Bontang Kuala berasal dari sini. Sokko berpenampilan sederhana namun tampak menggoda selera saya. Bahan utamanya adalah ketan yang dimasak tanpa menggunakan santan.

Ketan tesebut dicetak di dalam sebuah mangkok kira-kira berdiameter 10 centimeter. Diatas cetakan ketan yang sudah berbentuk ditaburi parutan kelapa muda. Tak hanya itu, Sokko juga dilengkapi dengan lauk berupa ikan laut yang telah digoreng lalu disuwir-suwir kecil. Potongan ikan itu lalu ditumis dengan potongan bawang merah, yang dicampur dengan cabe kering, garam, gula pasir dan bawang merah yang telah dihaluskan.

Saat saya menyantapnya, ternyata jauh lebih nikmat dari apa yang bisa saya bayangkan. Rasa pedas tampak mendominasi indra perasa saya. Menambah nikmat kuliner khas Bontang Kuala itu. Saya hanya mengeluarkan uang sebesar Rp 2 ribu saja untuk membayar kuliner unik dan khas itu. Harga yang tampak sangat masuk akal dan bersahabat untuk satu porsi Sokko. Saat ini tak banyak pedagang di Bontang Kuala yang menjajakan Sokko. Maka sangat dibutuhkan kejelian kita untuk menemukan pedagang Sokko di sekitar Bontang Kuala.

Tak hanya ramai dikunjungi wisatawan, Bontang Kuala juga menjadi tempat favorit warga Bontang untuk bersantai. Waktu paling ramai adalah saat menjelang senja dan pada malam hari, terutama sabtu malam. Biasanya ada pertunjukan musik dan hiburan lainnya. Cukup menghibur memang.

Malam menyambut saat saya berniat berkeliling kota. Suasana kota Bontang terasa lebih semarak pada malam hari. Banyak pertokoan dengan lampu-lampunya masih beraktivitas. Sejumlah pemilik rumah makan pun masih semangat menjajakan dagangannya. Termasuk RM Sari Laut Surabaya yang saat ini saya singgahi. Menu andalan di rumah makan sederhana ini adalah kepiting goreng mentega kriuk. Sulit digambarkan betapa nikmat nya kepiting goreng di tempat ini. Sejumlah kepiting berpadu dengan lezatnya aneka bumbu yang melekat di setiap cangkang dan daging nya. Sementara, cocolan sambal pedas dan lalapan sayur mentah semakin menambah nikmat menu yang disajikan. Satu porsi terdiri dari 2 ekor kepiting ukuran besar dengan harga Rp 35 ribu saja. Sehingga saya benar-benar merasa kenyang setelah melahap semua kepiting yang ada.



Rasanya jauh-jauh ke Bontang akan terasa rugi jika tak menyaksikan suasana pabrik Pupuk Kaltim pada malam hari. Saya cukup berkunjung ke area samping Hotel Bintang Sintuk untuk menyaksikan pabrik milik BUMN tersebut. Meski saya belum pernah ke Hongkong, namun mata saya mampu sedikit menyetarakan ribuan lampu di sekitar pabrik dengan lampu-lampu perkotaan di Hongkong sana. Sungguh pemandangan yang spektakuler, sebuah pabrik raksasa yang mirip kota besar di malam hari.

Tak terasa perjalanan saya di Bontang harus segera saya sudahi. Di pagi minggu yang cerah, saya disuguhi semangkok mie godok Jawa bikinan salah satu teman yang rumah nya saya jadikan tempat menginap selama di Bontang. Dengan berat hati saya meninggalkan kota Bontang dengan segala pesona nya.

Akomodasi :

Maskapai penerbangan cukup banyak melayani rute Jakarta menuju Balikpapan. Dengan harga mulai dari Rp 500 ribuan. Dari Balikpapan anda bisa menuju Bontang dengan menumpang bis seharga Rp 85 ribu. Lama perjalanan sekitar 5 jam. Atau jika anda dari Samarinda, maka biaya bis hanya Rp 20 ribu saja. Bontang termasuk kota yang tidak banyak memiliki hotel berbintang. Mungkin Hotel Bintang Sintuk bisa anda jadikan sebagai tempat menginap yang berkelas selama di Bontang. Lokasinya yang berada di sekitar Komplek perumahan Pupuk Kaltim, menjadikannya cukup tenang dan asri. Dari area hotel anda bisa menyaksikan pabrik PKT yang semarak di malam hari. Bontang Kuala adalah lokasi tepat untuk mencicipi Sokko. Makanan yang terbuat dari ketan, parutan kelapa dengan tambahan ikan berbumbu pedas. Satu porsi hanya sebesar Rp 2 ribu saja. Selain itu, kepiting goreng mentega kriuk di RM Sari Laut Surabaya sangat direkomendasikan jika anda berkunjung ke Bontang. Alamatnya di Jalan Bayangkara samping pom bensin telpon (0548) 24909. Lagi-lagi Bontang Kuala menjadi tempat yang pas untuk berbelanja oleh-oleh selain untuk mencicipi Sokko. Disini terdapat beberapa rumah penduduk yang menjajakan aneka souvenir khas Bontang. Seperti rumah suku Dayak yang berbentuk panggung dan aneka cinderamata yang terbuat dari karang laut. Selain itu, di Bontang Kuala juga banyak dijual terasi khas Bontang Kuala. Harganya mulai dari Rp 5 hingga 10 ribu saja. Jangan khawatir jika aroma terasi nya kemana-mana, karena terasi khas Bontang Kuala sudah dibungkus sedemikian rupa. Sehingga “aman” jika dijadikan oleh-oleh.

Sumber : Nasrudin Ansori Blogger Banjarmasin
Read more ...

Tuesday, March 29, 2011

Berkunjung Ke Pantai Marina





Kapal LNG Golar Mazu


Bontang…sekali lagi aku mau posting tulisan tentang kota tempatku dilahirkan. Inilah caraku untuk memperkenalkan kota Bontang ke masyarakat luas. Sangat berbeda ketika kecil aku bercerita tentang kota Bontang kepada sepupuku di Jawa dan sahabat penaku. Kota Bontang gak ada di dalam Peta. Kalaupun dibuka di gambar pulau Kalimantan gak keliahatan, terus dibuka lagi gambar propinsi Kalimantan Timur tetap saja tidak ada. Mau cari buletan dan tulisan Bontang harus buka peta hasil bumi. Jadi ketika aku kelas 3 SD VIDATRA, aku harus mengikuti instruksi guru IPS untuk membuletkan sendiri dimana kota Bontang berada. Kira-kira saja, pokoknya letak buletannya diatas kota Samarinda hehe. Itu dulu…sekarang buletan kota Bontang sudah dipetakan, nyari informasi kota Bontang di internet juga sudah banyak, tinggal cari aja di mbah Google :)

Tulisan ini buat obat kangen juga sih, aku yakin banyak teman-teman kecilku yang sudah lama atau tidak pernah lagi berkunjung ke kota Bontang. Jangan pernah bosan membaca tulisanku wahai teman. Semoga apa yang kutuliskan bisa mengobati kerinduan kalian :)

Oke, kita mulai bercerita,
Bontang, kota di Propinsi Kalimantan Timur. Disini berdiri dua pabrik besar yaitu, PT. Badak NGL.co tempat pengolahan gas dan PT. Pupuk Kaltim tempat pengolahan pupuk. Kebetulan Bapakku dulu bekerja di PT. Badak NGL.co, jadi aku memulai kehidupan di komplek PT. Badak NGL.co.

Tidak berbeda jauh dengan komplek-komplek perusahaan pada umumnya, disini serba diatur dan teratur. Tidak sembarangan orang bisa masuk bebas ke dalam komplek. Mobil pribadi karyawan saja harus pakai stiker, belum lagi sekarang setiap warga komplek harus punya SIM khusus di dalam komplek. Yang pasti aku gak punya, sempat punya stiker mobil (omku yang buatin) tapi sudah habis masa berlakunya, jadi cukup menitipkan KTP di pos security supaya bisa masuk ke dalam komplek. Kalau mau aman ya kubawa saja omku buat jadi supir hehe sopan banget deh.


Obor di pabrik PT. Badak NGL.co





Aku sempat mengunjungi tempat wisata Marina di lingkungan PT Badak. Lokasi ini sangat indah, nyaman, dan ideal untuk berekreasi ini. Rumah omku di PC 4 (area 9), jadi perjalanan ke Marina cukup dekat. Kulalui dulu kawasan kilang pengolahan gas. Cuci mata dulu lah melihat obor, train, tangki minyak bumi. Suamiku juga bekerja di perusahaan migas, pastinya dia menemukan sesuatu yang berbeda. Kalau di tempat kerjanya yang dilihat hanya rig, flatform, kali ini yang dilihat agak berbeda. Pokoknya kami senang lah :)


Kapal pandu


Ada pos security sebelum masuk ke kawasan pelabuhan. Tenang , yang jadi supir omku kok hehe. Mobilku terus melaju masuk ke dalam. Wah, gak ada kapal tangker LNG, pelabuhan terasa garing dang sepi. Tempat Boat Haouse juga sudah tidak ada, sudah dipindah ke Marina.


Boat House dari kejauhan


Kalau gitu, segera ke Marina.
Wow…bagus deh. Pohon cemaranya tumbuh tinggi menjulang. Aku lupa apakan pohon bakaunya masih banyak ya?


Disini tempatku, waktu SMU, duduk manis sambil melukis (pabrik) pakai pastel, dalam rangaka HUT RI ke 50. Alhamdulillah dapat juara 2. Dapat duit sudah habis buat jajan di Bontang Plaza, dapat piala tapi sudah hancur sama anakku. Tinggal piagam yang masih disimpan. Duh…curhat hehe


Aku berkunjung bukan dihari libur sekolah jadi suasana di Marina sepi. Yang paling kusuka dari Marina adalah air lautnya yang bersih. Ini bukti kalau ekosistem disini sangat dijaga. Ikan-ikan kecil bisa dengan jelas dilihat dengan mata telanjang. Seingatku waktu Boat House masih ditempat yang lama, aku malah bisa melihat bayi ikan-ikan hiu lalu-lalang di bawah jembatan menuju kapal speed. Pengennya main ke Beras Basah tapi waktunya mepet. Lain kali deh kalau main ke Bontang kusempatkan main ke Beras basah.

Buat teman-temanku, nikmatilah hasil jepretanku yang ala kadarnya. Sori, aku bukan fotografer, kameranya juga cuman 3.2 mega pixels. Semoga foto-fotonya bisa membuat kalian senang :)


Sailing boat




Kapal Lolipop atau Anjungan lumba-lumba




Ikan-ikan kecil




Poto dulu ah….




Berebas Pantai dilihat dari Marina




sumber :

http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2010/07/24/cerita-ninaberkunjung-ke-marina-ptbadak-bontang-air-lautnya-bersih-nina-bisa-melihat-ikan-ikan-kecil/
Read more ...
Designed By